atribusi eksternal
external attribution
Ringkasan Singkat
Proses menjelaskan penyebab suatu perilaku atau kejadian sebagai akibat dari faktor-faktor di luar kendali individu, seperti situasi atau keberuntungan.
Atribusi eksternal, yang juga dikenal sebagai atribusi situasional, terjadi ketika seseorang menyimpulkan bahwa perilaku seseorang disebabkan oleh faktor lingkungan atau keadaan di luar diri orang tersebut. Ini berlawanan dengan atribusi internal (disposisional) yang menyalahkan karakter atau kemampuan pribadi.
Contohnya, jika seseorang gagal dalam ujian, atribusi eksternalnya mungkin adalah "soal ujiannya terlalu sulit" atau "ruangannya terlalu bising." Memahami pola atribusi sangat penting dalam psikologi sosial karena mempengaruhi cara individu bereaksi terhadap kesuksesan dan kegagalan, serta bagaimana mereka menilai orang lain.
Referensi Yang Bisa Anda Gunakan
- Heider, F. (1958). The Psychology of Interpersonal Relations. Wiley.
- Weiner, B. (1985). An attributional theory of achievement motivation and emotion. Psychological Review.
Peringatan Sitasi Akademik
Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.